Jakarta, POSBANTEN.ID.
Semenjak di tangkap ketua BGN, sehingga bisa terungkap dan kasus ini menjadi pelajaran bagi para kuruptor.
Dari orang dari Profesor, jenderal TNI dan Polisi juga ikut mencari keuntungan dan memperkaya diri.
Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti mengatakan kliennya sudah memberi 20 lebih nama yang diduga terlibat korupsi tata kelola Makan Gizi Gratis (MBG) dijakarta, belum lama ini.
Dengan ditangkap 3 orang itu bentuk menyelamatkan uang negara dan tidak bocor APBN.
Pihak penyidik akan terus melakukan mencari data-data Valid, sehingga tersangka benar-benar masuk pada pidana.
Kepada pihak penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Puluhan nama itu disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang sudah sesuai keahlian dalam penyidik.
“Sudah kita sampaikan ke penyidik (20 lebih nama) udah ada di BAP kok itu waktu pemeriksaan kita kan saya mendampingi Pak Sony.
Yang lebih tahu masalah didalamnya cara mengambil uang negara, kita juga sudah kita tuangkan dalam BAP,” kata Krisna kepada wartawan, Rabu
Krisna Menuturkan surat pengajuan sebagai Justice collaborator (JC) ke penyidik. Dia berharap JC kliennnya dapat diterima.
“(JC) sudah kita sampaikan kemarin suratnya, sudah ditandatangani, dan sudah saya serahkan (ke Kejagung).
Kita berharap dari kejaksaan mengabulkan JC nya karena untuk mengungkap peristiwa lebih besar.
Kata dia, ini kayaknya sengaja, sudah di rencanakan, bahwa ambil keuntungan lebih besar dan lalu untuk pengembangan penyidikan lebih mudah,” ujarnya.
Dia mengungkap ada 26 nama yang diduga terlibat kasus BGN karena menjanjikan untuk meraup keuntungan pribadi.
Dia menyebut jumlah itu baru sebagian, kalau saya di mintakan keterangan saya sebutkan ada sesuai buku catatan.
“Ada orang-orang, pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif, (Jumlahnya) sekitar 26, ada kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja,” ucapnya.
Sebelumnya, Sony menyatakan siap membongkar keterlibatan pihak lain yang diduga ikut ‘bermain’ dalam program MBG.
Krisna menegaskan langkah JC ini diambil bukan sebagai upaya untuk menghindar dari jeratan hukum, sebaliknya.
Sony ingin bersikap kooperatif guna mengungkap siapa saja aktor yang bermain dalam program strategis tersebut.
( Feri)
